Sekumpulan romansa, mimpi, dan perjalanan


Aku melupakannya
bunga-bunga yang lebih cantik dari bunga di pekaranganku
yang kau pegang dan kau terlihat bahagia

Aku memaafkannya
karena tetap kau memilih untuk selalu di pekaranganku
meskipun akar-akarku bahkan tidak tahu siapa yang sebenarnya ingin kau bawa dan kau tanam juga kau petik buahnya

Tetapi di batang bunga-bungaku kini tumbuh duri
ingatan tentang bunga di pekarangan lain dan bagaimana kau menggenggamnya menumbuhkan duri-duri di tubuh bunga-bunga di pekaranganku

Benar, kan
memaafkan adalah hal yang lain, ketika hal-hal menyakitkan itu mampir, buat bunga-bungaku itu tetap saja menyakitkan,
menyakitkan sekali.

Kau tahu,
kadang-kadang aku tidak butuh teori,
rindu selalu datang dan pergi, dan ya, dia datang lagi, dan lagi

Aku tidak tahu di mana membeli pupuk untuk bunga-bungaku di pekarangan,
jahatkah bila kupikir pupuk-pupuk yang biasa kau bawa sudah punya pekarangan bunga yang lain?

Kesederhanaan yang suburkan bunga-bungaku,
perlahan-lahan cuma jadi pupuk yang tidak bisa kutagih,
mereka menumbuhkan duri di batangnya sendiri

Kadang-kadang aku tidak perlu jawaban puitismu yang berbelit-belit,
aku hanya ingin tahu kenapa kau berhenti dan apakah aku pernah keliru atau menyakiti hatimu sehingga kau memutuskan untuk berubah...

Kau tahu?
Tidak mengerti hal yang tidak bisa kudapatkan lagi adalah kesedihan tersendiri ketika aku masih bisa melihatmu dari dekat

Bunga-bungaku,
aku tidak ingin menebasnya,
suatu hari jika memang harus disudahi,
aku berharap agar ia saja yang memutuskan agar aku bisa lapang memangkas duri demi duri...

Namun jika pada akhirnya semua ini bermuara pada satu ikatan bernama rumah,
aku tetap ingin memangkasnya dan belajar memahami segala sesuatu dengan baik

Bunga-bungaku,
akhir-akhir ini tumbuh dengan rasa sesak dan sakit hati,
pertemuan dan matanya yang buatku bertahan,
karena berada di belakang punggungnya adalah rumah yang lain yang buatku nyaman dan percaya banyak hal

Rindu ini memang tidak menetap, namun ia selalu datang kembali, dan kembali lagi.

Untuk kau, Desemberku.


*Ahad, 13 Mei 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

| Designed by Colorlib