Sekumpulan romansa, mimpi, dan perjalanan

This post has been hidden.
-

-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Dont reach, this post has been hidden. Please
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Well, if you still wanna know.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
Im just feel a lil broke, and its caused my self.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
And here i am. :')
-

-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-





















































Udah gak tahan lagi buat nulis ini.



Lelah perasaan, tapi salah sendiri.

Awalnya sudah wanti-wanti ke diri sendiri kalau berharap sama manusia itu memang nggak akan ada untungnya, nggak akan ada untungnya selain rasa kecewa. Tapi akhir-akhir ini seseorang masuk ke kehidupan saya dan membuatnya terasa berbeda, saya dijebak--terjebak, oleh banyak nyaman yang ia buat untuk kemudian ia tinggalkan perlahan-lahan.


Saya nggak bisa kemana-mana. Saya ingin lari, tapi saya masih mau di sini. Saya mau tagih banyak nyaman yang pernah ada, tapi saya bukan siapa-siapa. Saya bukan siapa-siapa, dan bodohnya saya, saya terlalu jauh membawa dia ke banyak siapa-siapa yang ada dalam hidup saya meskipun saya tahun untuk mendapatkan feedback yang sama, akan sulit adanya.


Saya mau usaha bawa dia ke kehidupan yang lebih erat di mana saya telah punya hak untuk ada di sisinya, tapi dia juga belum siap untuk membuka pintu itu, dan saya juga enggan untuk beranjak meninggalkannya, saya tidak begitu mampu.


Saya tidak tahu, mungkin doa-doa saya juga belum melangit. Saya dikurung oleh ego saya sendiri, saya berulang kali wanti-wanti diri saya bahwa saya bukan siapa-siapa, saya belum boleh jadi perempuan yang banyak cemburu dengan kehidupannya, semua itu sudah saya wanti-wanti kecuali banyak perlakuannya yang saya suka untuk kemudian ia tinggalkan begitu saja. Saya kepalang berharap itu selalu ada, tapi saya lupa bahwa antara saya dan dia belum ada ikatan apa-apa. Sakit rasanya.


Sakit rasanya menuntut dia dalam ketidaktahuannya--atau mungkin--ketidaksadarannya, sakit rasanya dikukung ego sendiri, sakit rasanya saat tahu bahwa saya telah dilumat harapan dan perasaan nyaman saya, sakit rasanya ketika manis-manis itu cuma bertahan di awal, sakit sekali.


Sakit rasanya, tapi saya belum enggan untuk beranjak ke mana-mana........ Saya lelah, lelah buat bolak-balik periksa obrolan kami agar tetap terjaga. Tapi saya stak, dia diam di tempat. Saya masih bukan siapa-siapanya, pun jika ada yang merasa lebih tersiksa atas perasaan ini, juga atas rasa cemburu, seharusnya itu ibunya, ibunya, ibunya, dan selalu ibunya.



Bukan saya.

2 komentar:

  1. Jauh lebih menyakitkan menyakitkan mengetahui kebohongan dan ditinggalkan.

    BalasHapus
  2. Ta-chan... ini nomer baru saya 0811 162 2601

    BalasHapus

| Designed by Colorlib