Sekumpulan romansa, mimpi, dan perjalanan



(dokumen pribadi)

rasanya tanah begitu jauh dan tinggi ketika aku berada di pundaknya,
rasanya lega sekali melihatnya kembali tepat sebelum adzan maghrib berkumandang,
tetapi kesedihannya mungkin beranak pinak ketika waktu dan umur anak gadisnya beranjak

bukankah dulu adalah aku yang melarang lelaki itu untuk menua?


aku masih ada di belakang punggungnya saban pagi, tidak bisa bayangkan jika kebiasaan itu berhenti,
dan selalu ditanyakannya apakah aku punya uang saku yang cukup?

Lelaki itu terlalu khawatir,
di bola matanya, aku selalu jadi anak kecil umur empat tahun berkuncir dua

Bagaimana mengatakannya?
Ia adalah bahasa cinta sepanjang masa,
sesuatu yang tidak perlu banyak diungkap karena sejauh apapun aku pergi, pelukannya akan selalu jadi tempat berpulang,
sebab ia adalah rumah,
dan ia adalah Ayah.



*Jakarta, November 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

| Designed by Colorlib