Sekumpulan romansa, mimpi, dan perjalanan

Untuk sahabat, abang, kawan terbaik dalam berdiskusi dan belajar puisi. Hingga detik ini, aku masih lebih percaya bahwa semester depan aku akan menemukanmu tidur sembarangan di sudut koridor dengan wajah yang tertutup buku yang baru kau beli.
Angga Bachtiar, maafkan aku karena hidup ini akan terus berjalan.

*


Semuanya akan baik-baik saja, Angga
mungkin sepekan sekali kau akan menyeleksi puisi terbaikmu untuk kamudian kau publikasi di instagram
Aksara-aksara nakal yang kaya makna,
kadang suka nyinyir dan aku suka membacanya

Setiap hari Sabtu akan terasa sama, Angga
kau akan datang lebih pagi dan tidur sembarangan di sudut koridor sambil menutupi wajahmu dengan koleksi bukumu yang baru

Dan kebiasaan kita berdebat soal puisi,
juga teman sebelah bangkumu yang lebih hobi membaca komik strip hadiah dari ciki gopean..

Aku dan kau akan selalu begitu, Angga
bertukar buku bacaan
berkompetisi dengan banyaknya jumlah buku
Sok menjadi orang nomor satu dan mengaku-ngaku saat dosen tampan andalanku melintas
bersitatap kagum saat musikalisasi puisi yang kita saksikan memukau

Semuanya akan baik-baik saja, kan, Angga?
Lantas mengapa turun hujan deras di hatiku dan aku cemas?
Lantas mengapa tak kutemukan engkau ketika aku terbangun dan kenyataan memberitahuku tanpa aba-aba. Kau pamit. 

Aku hanya lebih suka tertidur dan melihat bayanganmu melintas
Mencoba menerima bahwa kini kau cuma hadir dalam mimpi dan sedihku...
(Jakarta, 23 Juli 2017)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

| Designed by Colorlib