Kamis, 08 Juni 2017

Kolase Stasiun; Sebuah Perjalanan Rutin

Ka Ha
Hujan itu turun dengan lamban.

Rintik-rintik tertiup angin, pukul enam pagi yang tanpa payung diatas kepala, tanpa juga kopi hitam hangat sebagai pembuka awal mula, saya berangkat. Oya, dulu, saat masih menjadi siswi SMK saya selalu berdoa dan bermimpi agar jika saya pada akhirnya ditakdirkan untuk berkerja, saya ingin berkerja di tempat yang jaraknya jauh dari rumah.

Kalau Tebet - Duri Kepa itu jauh atau lumayan? Haha. Intinya, saya merasa doa saya waktu di dikabulkan oleh Allah, dan Alhamdulillah, selain jauh, pekerjaannya juga berkah dan moga bisa mengembangkan potensi diri saya.

Setiap perjalanan punya keunikan dan cerita masing-masing, saat itu saya masih baru menjadi pengguna commuter line, naik dari Stasiun Pesing, transit Duri dan melanjutkan dengan KA jurusan Depok - Bogor - Nambo, untuk kemudian turun di Stasiun Tebet. Kantor saya tidak jauh dari stasiun, dan hal yang sampai saat ini selalu saya syukuri adalah; setiap keluar stasiun, rasanya seperti pasar. Jadi saya nggak khawatir, saya selalu punya menu sarapan yang beda setiap hari, asal saya sudah ketemu kopi hitam panas, pagi saya aman.

Oya, selain menulis, saya juga punya minat dengan fotografi. Yaaaa, bermodalkan kamera smartphone dengan resolusi 8 MP, saya suka iseng-iseng potret. Beberapa gambar yang bagus selalu saya unggah di akun instagram saya (kadang juga saya unggah disini), kemudian dengan latar gambar itu saya menulis; entah itu puisi, prosa, cerpen, atau sekedar cuap-cuap seperti ini.

Di waktu yang tidak bersamaan, saya mengumpulkan foto-foto itu dan menjadikannya sebuah perjalanan pulang pergi, seperti ini...

Pagi di Stasiun Pesing, saat itu pukul 06.30 selepas perjalanan naik angkot dari rumah. Sebenarnya kalau mau ngopi disini juga bisa, sejak awal bulan Mei yang lalu, ada Alfama*rt Express yang sudah buka, sayang kopi yang tersedia cuma kopi dingin, instan pula. Kalau aja mereka punya mesin kopi, asyik kali ya nunggu lima belas menit sambil nyeruput kalem?

Daily outfit saya, kemeja-rok-sepatu kets, atau gamis-blazer-sneaker, kadang lebih suka pakai sepatu sport, dan nggak ketinggalan kaos kaki yang kata teman-teman saya, "Ta, lu jadi cabe-cabeannya bada lulus SMK, ya?". Nggak juga sih, cuman suka aja sama kaos kaki yang banyak warnanya, dan juga berkarakter. Lucu gitu, haha. Oiya, bisa duduk dari Stasiun Pesing ke Stasiun Duri itu salah satu kesempatan yang langka banget lho kalau pagi. Tapi pagi itu, saya duduk, haha.

Orang-orang di kereta itu beragam, kalau diperhatikan. Kesempatan memerhatikan sekeliling yang saya punya itu berasal dari rutinnya kereta yang terhenti menuju sinyal masuk Stasiun Manggarai. Mungkin ada limabelas menitan, ya paling lama duapuluh menit lah kereta berhenti. Disaat-saat itu rasanya jenuh, beberapa--atau mungkin kebanyakan orang--memilih untuk sibuk dengan smartphonenya, beberapa melanjutkan tidur, tapi enggak jarang juga kok yang baca buku, nulis-nulis dikertas, atau bahkan ngelamun nggak jelas, atau yang kayak saya ini, iseng ambil gambar, untung mba nya paham saya ngapain, jadi enggak dikira penguntit gitu, ckck..

Pulang!
Kalau kamu naik kereta dari arah sepanjang Depok - Bogor - Nambo sebelum Stasiun Sudirman--terutama jika kamu perempuan--dan pulang di jam pulangnya para karyawan/ti pulang kerja (normalnya jam lima sore), saya enggak rekomendasiin kamu untuk berada di kereta pertama khusus wanita (seharusnya khusus perempuan kali, ya?) Karena apa? Karena ugh! Kereta pertama khusus wanita jam lima sore di Stasiun Sudirman itu punya kehidupan yang keras! Asli! Ini lebay ya? Iya. Tapi kalau kamu penasaran, kamu boleh coba langsung. Kasih tahu saya berapa kali kamu istighfar atau ngeluh saat itu ya.


Kalau bulan biasa sih, normalnya jam pulang ya pukul 17.00 alias pukul lima sore, nyampe Stasiun Duri kadang bisa beberapa menit aja sebelum maghrib, tetapi berhubung ini bulan Ramadhan, jadi jam pulang lebih maju jadi jam empat sore, walhasil, sampai Duri masih jam setengah limaan lah. Ini potret yang juga saya unggah ke instagram saya dengan user @msondubu. Naik kereta jurusan Tangerang yang padatnya minta ampoen. Seumur-umur saya pulang naik KA jurusan Tangerang ini, demi apapun saya lebih baik diri, (lagian dapet duduk juga kaga pernah, wkwkwk), lagi pula saya cuma lewatin satu stasiun untuk kemudian turun di Stasiun Pesing, jadi lebih baik ambil posisi berdiri dekat pintu, biar pas keluar ndak perlu desak-desak yang lain.

Sudah sore.
Oiya, foto ini saya ambil waktu saya masih suka turun di Stasiun Taman Kota, dan tanpa filter. Langitnya, duh.. Saya beberapa kali--malah bahkan sering unggah foto di instagram dengan latar stasiun atau kereta, saking itu-itu aja yang saya unggah, salah satu teman saya sampe bilang kalau dia bosen, hahaha.. Saya bilang ke dia kalau saya selalu excited sama sesuatu yang menurut pandangan saya unik. Adapun senja, adalah sesuatu yang barangkali akan selamanya saya cinta.


Lembur juga kadang-kadang.
Kalau sudah begini, kadang bete juga. Tapi saat itu punya kesempatan untuk potret Stasiun Tebet dengan kondisi malam hari dan beberapa lampu nyala. Berpendar.


Doain ya, mau ngumpulin uang buat beli kamera, rasanya hobi ini kudu saya kembangin. Doakan juga, bulan ini saya ada rencana untuk pergi ke Pulau Harapan, tahun besok, minimal saya bisa backpakeran ke Yogyakarta. Bagaimanapun saya masih pemula, tapi rasanya selalu senang kalau bisa berbagi hal-hal sepele yang-syukur-syukur-punya nilai informatif dengan menulis. Kamu, kamu sudah melakukan perjalanan kemana saja?



Next train saya sih ke Osaka, from Duri Station, ahaha...
*Tebet, 08 Juni 2017, 11.47

Ka Ha / Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

2 komentar:

  1. unik idenya. mengambil sesuatu yang ada di sekitar. patut dicontoh nie buat ngembangin materi konten blog

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trims mas, btw ini msh sangat sederhana sekali. Dan buat nulis rutin pun belum terjadwal, ekhehe..

      Hapus

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism | Templatelib