Langsung ke konten utama

Cuma

(source image: tumblr)


Kau berjalan, di lengang malam
Tiada satu, atau dua kau temui
Hidupmu adalah senar-senar gitar
Bertautan, kau bermelodi

Nyanyikan aku, wahai
lagu yang menceritakan tentang kisah-kisah terdahulu
Di beranda rumahku, saat Ayah tiada di rumah

Melesatlah ribuan panah, wahai
Jarak tak beranjak
Rindu yang beranak pinak
dan cinta ini bukan sekedar cuma...


*Ka Ha, lupa tanggal. Puisi ini diterbitkan bersama beberapa puisi lainnya dalam antologi Love Line yang diterbitkan oleh penerbit Ellunar pada tahun 2017 :), selamat jatuh cinta.












Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yeay, Sherlock Holmes Berlanjut ke Season 5! Rumor atau Fakta?

Well, ini sudah berlalu delapan bulan semenjak lirisnya "The Final Problem", episode yang digadang-gadang menjadi episode terakhir dari season 4, sekaligus menjadi akhir dari perjalanan Sherlock series yang sudah genap tujuh tahun mengudara di BBC. Sedih sih, banget malah. Karena menurut saya ini adalah drama kriminal terbaik direntang waktu 2010 sampai 2017, nunggu keluar per-seriesnya butuh kesabaran, dan untuk memahami jalan ceritanya (teruntuk saya) kadang perlu rewind-rewind adegan biar ngerti maksudnya apa, saking cepetnya si Sherlock kalau bicara, huehue.

Oiya, fyi, Sherlock Holmes series ini pertama kali mengudara pada 25 Juli 2010 di BBC dengan episode "A Study in A Pink", diadaptasi dari kisah-kisah detektif yang ditulis oleh Sir Arthur Conan Doyle, Mark Gatiss dan Steven Mofat mengadirkannya dalam bentuk drama kontemporer dengan genre drama kriminal yang hidup di abad 21. Diperankan oleh Benedict Cumberbatch as Sherlock Holmes, Martin Freeman as Jhon Wa…

[REVIEW BUKU] Melihat Api Bekerja; Puisi Rasa Dongeng yang Lahir dari Seorang Aan

Waktu itu menjelang Ujian Nasional SMK, saya janji sama diri sendiri kalau saya nggak mau belajar apa-apa lagi terutama mata pelajaran pokok yang diujikan; Akuntansi. Saya juga berusaha keras melupakan segala apa yang tercetak dalam buku, bahasa, angka-angka, rumus, laba rugi, dan antek-anteknya. Menjelang UN otak saya harus kosong, agar pas hari H saya bebas isi kepala saya dengan pertanyaan dab kasus perusahaan manufaktur. Et, itu masa lalu, setahun kemarin, tapi memang masih berasa haha. Saya nggak bakal lupa masa-masa SMK saya, dulu saya dan teman usaha bareng jualan lumpia dan pastel dikelas, ngebangun usaha gerilya karena takut ketahuan pihak sekolah (karena waktu itu entah kenapa ada larangan khusus, padahal saya sekolah di bidang bisnis dan manajemen) tapi Alhamdulillah berhasil punya anak buah, notabene dari adik kelas yang juga butuh uang jajan tambahan. Dari situ, saya selalu punya simpenan uang, untuk kegiatan, bonus untuk beli buku yang saya mau. Keinget sebelum jualan k…

[REVIEW BUKU] Malam Terakhir, Kelam Cerah Hidup Wanita dalam Sepotong Cerita

Pada kesempatan sebelumnya, saya sudah pernah menulis esai yang mengulas salah satu cerpen dalam Malam Terakhir yang berjudul Adila dengan pendekatan pragmatik untuk salah satu tugas kuliah, nah sekarang, wa bil khusus saya akan membuat review tentang kumpulan cerpen garapan Leila S. Chudori yang berjudul "Malam Terakhir".
Well, saya pertama kali tahu dan membaca buku ini pada tahun yang sama, yep tahun 2017, kira-kira bulan Maret. Saat itu habis gajian dan seperti biasa, kebiasaan saya semenjak punya gaji *ekhem* yaitu #OneMonthOneBook, yap, satu bulan minimal saya membeli dan selesai membaca satu buku, hehe.. (Jangan lupa sedekahin sebagian gaji, Ta.. Jangan lupa tadarusan *ngomong ke diri sendiri, wkwk)
Saat memasuki Gramedia, yang ada di pikiran saya adalah mencari buku kumpulan puisi karya Aan Mansyur (lagi), karena saya ketagihan dengan cara beliau berpuisi. Tapi kok, setelah saya bolak-balik mengamati satu per satu buku yang ada di rak Sastra, saya nggak berhenti mer…