Plagiasi oh Plagiasi!

Well..
Judulnya enggak banget, ya kan? Saya juga pikir-pikir lagi ketika mau nge-post ini, labil sendiri. Sebelum hari ini berlalu, beberapa hari kemarin pekan 'kuliah online' dimulai, tugas menumpuk; makalah, esai, karya ilmiah. Belum lagi tugas di kantor, hal-hal berantakan yang saya tinggal dirumah, laptop saya yang justru mati dalam keadaan seperti ini. Aaaaah, saya mencoba untuk menghibur diri saya sendiri dengan memegang kuat firman; "Jika kamu bersyukur, maka akan Ku tambah nikmatmu", dan menguatkan diri sendiri dengan tagar andalan #BerhentiMengeluhJadilahTangguh

Saking banyaknya hal yang harus saya kerjakan secara bersamaan, saya sampai lupa kalau saya punya motor yang sudah sangat harus diganti olinya. Akhir-akhir ini knalpotnya berasap parah--paraaaah! Dan sekali lagi saya cuma menjalaninya, sampai akhirnya saya bisa berseru, "Yeay!!! Alhamdulilah!" karena satu persatu tugas itu selesai. Diantara letih itu juga saya masih menyempatkan diri untuk menanggapi teman-teman saya yang chat via WA, bertanya soal tugas. Sedikit dari mereka menelpon langsung, yang biasanya nelpon langsung ini sudah jengah barangkali karena kalau sedang jam kantor saya cuma bales pendek, malah saya suka lupa balas, hahaha.. Singkat cerita, siklus ponsel saya semenjak resmi menanggalkan seragam putih abu-abu selalu begitu; ramai sama kerjaan tiap hari, dan pertanyaan perihal tugas di akhir modul perkuliahan.

Well, its ok. Karena sekali lagi, rasanya menyenangkan bisa bermanfaat untuk orang lain tanpa menjadi yang dimanfaatkan, sampai akhirnya...... sesuatu yang paling saya benci terjadi; plagiasi.

Tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap seluruh rekan-rekan perkuliahan saya, (berhubung memang saya adalah yang paling bungsu diantara mereka dan saya merasa sadar betul kalau pengalaman hidup saya tertinggal jauh dibanding mereka) saya cuma mau bilang satu; jangan anggap remeh sesuatu. Pun, jika itu cuma perkuliahan dengan basis online yang disana kita bisa dengan mudahnya mendapatkan informasi dengan hanya mengetikan kata kunci di mesin pencari sekaliber Google, saya cuma mau kasih info kalau apa-apa yang saya ulas dalam perkuliahan online--sebisa mungkin--saya tulis berdasarkan pemahaman saya sendiri. Pun jika saya mengutip, saya akan mencantumkan sumbernya, juga waktu mengaksesnya.

Awal menemukan ulasan yang sama persis di forum yang sama, saya kaget. Lho, kok? Oke, saya komen, masih bercanda. Yasudah, lah. Besok paginya, saya monitor lagi perkuliahan online, karena saya khawatir kalau ada dosen yang menanggapi atau  menambah forum diskusi baru, dan hari itu saya tercengang karena; yang memplagiasi ulasan saya bertambah, ada yang tumplek blek sama, ada yang dibeda-bedakan, cuman saya tahu betul bagaimana kalimat yang tersusun dari pikiran saya, kemudian yang bikin saya nyesek banget adalah; ulasan saya disetiap matkul, benar-benar disadur sama persis. Sama persis. Tiga matkul. Oyyyy.... Hahahaha, ini yang kamu sadur itu ngerjainnya malam-malam, lewat handphone yang ketikannya susah banget untuk rapih, mesti edit minimal dua kali lah biar bisa keliatan bagus. Kalau masalahnya, "Karena gue enggak ada waktu, kerjaan gue banyak, gue sibuk, bla.. bla.. blaa", please, me too. Saya juga kerja. Jarak rumah dan kerjaan jauh? Ya, sama. Saya juga. Anak pertama yang cuma bisa istirahat sejenak dirumah karena masih banyak pekerjaan rumah, mulai dari nyuci sampai ngemong adik yang paling bungsu? Ya, saya juga. Saya sulung, dan itu yang terjadi setiap hari.

Antara kesel sama mau ketawa.
Saya refleks "Close tab" perkuliahan online dan gak berselera. Nanya ke diri sendiri, "Kok lu kesel sih, ta?", tapi saya enggak bisa jawab. Karena saya pikir, lebih baik nanya kalau nggak paham sama diskusi yang dikasih dosen, atau ambil referensi dari internet kemudian mencantumkan sumbernya dibanding harus copas punya orang lain yang satu forum diskusi apalagi jawabannya tumplek blek sama. Saya pribadi merasa sangat keberatan karena saya belajar, saya menulis dengan pemikiran saya dan saya mencantumkan sumber jika saya menyadur sebuah referensi. Itu aja sih, siapapun yang merasa mengcopas ulasan saya, maaf, hanya mengingatkan. Saya punya hak untuk protes kenapa penjelasan orisinil saya disadur sedemikian mirip, karena itu murni hasil pemikiran saya, buah dari saya menuntut ilmu.

***
Habis ini, beberapa ada yang minta maaf.
Beberapa ada yang keukeuh sinisin saya, karena saya bertanya 'soal ulasan yang sama' di grup. Saya cuma mau bilang; proses tidak akan pernah mengkhianati sebuah hasil, kok. Selow bae. Dan, ah..... Jadi kzl-kzl-an gini, semoga bisa jadi pelajaran. Maafkan saya yang sebentar lagi lepas dari predikat "bocah" karena dua bulan lagi saya genap berusia sembilan belas tahun, dan saya enggak sabar. Hahahaha, bosen dikata bocah mulu. Enggak di kantor, enggak di kampus, sama..

Komentar

  1. Yang namanya online learning itu emang gak efektif sist. Ini temen2 aku di grup "rencananya" mau ngomong sama bu djasminar seputar ketidakefesienan tersebut wkwkwkwkwk.

    BalasHapus

Poskan Komentar

Pos populer dari blog ini

[ Re-post Cerpen ] Ketika Nitrogen Tenggelam dalam Asam Sulfat

Hijrah yang Tertatih