Suatu Hari


(Source Photo, Instagram saya pribadi pada laman instagram.com/msondubu. Pantai Goa Cemara, Yogyakarta)
            Saat aku tidak lagi bisa membersamai, barangkali adalah hal-hal indah yang akan kau dekap. Peluk erat, tapi jangan pernah merasa bahwa aku akan selalu di sampingmu. Dan, ketika berita kekalahan itu telah sampai di depan pintu rumah kita, jangan pernah berpikir aku berakhir menyedihkan. Kau harus segera berkemas, labeli masa bersama kita sebagai waktu dulu.
            Juga, ingat aku sekali lagi; dimana aku mengatakan bahwa aku adalah manusia paling bahagia karena pernah diizinkan untuk memilikimu disisa hidupku yang cuma sebentar. Ah ya, kau juga tidak perlu pusing untuk berpikir bahwa perjalanan ini akan jauh dan rindu ini akan lama sekali, jangan. Anggap saja ini hanya plesir dua minggu, bersantai-santailah engkau di beranda rumah, menyeduh kopi dan menyiapkan camilan setiap sore, menghabiskan waktu dengan buku-buku kusam kegemaranmu, atau menggoda kucing kita si Hitam sambil menjahit sarung bantal yang koyak.
Suatu hari, di kehidupan setelah kehidupan, aku ingin menemuimu; memastikan bahwa tidak ada siapapun yang mencuri cahaya dibalik matamu, dan raut wajah sendu milikmu akan selalu sama teduhnya. Suatu hari, di kehidupan setelah kehidupan, aku akan selalu menjadi yang paling kau rindu, dan kau akan selalu menjadi yang selalu kutunggu.
 *Tebet, 10 Maret 2017 08.47 Jumat Barokah, hujan..
**Prosa ini terinspirasi dari lagu My Chemical Romance - The Light Behind Your Eyes

Komentar