Sekumpulan romansa, mimpi, dan perjalanan



Terhenti langkah kaki
Saat memutuskan untuk memijak jalan yang lurus ini
Jalan yang Maha Cinta Ridhoi
Temaram menjelang cahaya, sejukkan hati, kembali kepada Ilahi

Adakah Hidayah, bersemayam dalam diri?
Lembar demi lembar yang tertulis rapi
Jadi catatan perubahan diri
Seorang hamba yang mengabdi....

Bukan hitungan tahun, tidak juga dekade
Tapi selamanya...

Ada pohon iman yang terus kusirami
Biar nanti berbuah ranum, manis...
Sekeranjang berkah yang selalu ingin kubagi untukmu
Meski terkadang rindang di pohon itu layu
Meski kulihat hijau di daun begitu rapuh

Namun izinkan aku untuk tetap menghidupkannya
Dijalan hijrah ini, meski aku harus tertatih
Yang buatku sedih bukan saat menyadari diri ini sendiri
Tetapi bila melihat engkau kawanku, melangkah dan enggan searah lagi...

Jadi..

Aku berjalan, melanjutkan langkah kaki
Memutuskan untuk memijak jalan yang lurus ini
Jalan yang Maha Cinta Ridhoi...
Ingin mengulurkan tangan yang tidak seberapa suci
... Kembali

Yang buatku sedih bukan saat menyadari diri ini merasa sepi
Tetapi bila melihat engkau kawanku, berhenti dan menyerah

Jadi izinkan aku untuk selalu merangkulmu
Ingatkan aku seandainya suatu saat aku juga begitu
Tidak hitungan tahun, bukan juga dekade, kau tahu ini selamanya...


Kita selalu akan di jalan hijrah ini
Jangan pernah takut jatuh karena kau akan selalu berada di dekat tangan ini...





   *Jakarta, Jum'at 06 Mei 2016, 10.42. Biru langit, Ombak dan sarang laba-laba...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

| Designed by Colorlib