Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

Sepaket

Pertemuan adalah sepaket kebahagiaan dengan duka yang tersembunyi... Bagaimana tidak, perpisahan sejak lama ada disana, tidak untuk diperhatikan, ia akan dibuka jika waktu telah menghendakinya untuk berperan.
Hai, tidak ada yang dapat memutar balik waktu.  Aku? Aku cuma bisa memutar-mutar jam dinding, itupun jika engkau berkenan aku melakukannya. Jadi yang tersisa tinggal rindu, sayang sekali aku tidak begitu mampu mengucapkannya kepadamu.  Karena mengucap rindu tidak semudah saat aku membuatmu marah, saat aku berubah menjadi mahluk yang menyebalkan, atau di waktu-waktu kita merasa jadi satu dan semuanya adalah kebahagiaan. Tetapi aku masih memiliki doa, apakah ia mencapaimu? Apakah kau bisa merasakannya? 
....

Menjadi Murobbi

Bismillahirahmanirahim.. Murobbi… Hmm, apa yang terlintas saat mendengar kata ini? Seorang kakak? Pembimbing? Ngaji bareng? Ngelingker bareng? Ah, apa, sih? Kepooo… Haha… Saat memutuskan untuk masuk Rohis 17 sewaktu SMK, aku sama sekali buta soal dunia dakwah. Pernah menjadi bagian Rohis sewaktu SMP, tapi masih ugal-ugalan, alias nggak punya pengetahuan dan modal apa-apa tentang itu. Ketika berada di Rohis 17, kakak yang pertama kali aku temukan adalah kak Rohimah, kakak ini suka dipanggil Oim sama teman-temannya. Pembawaannya kalem, anggun, perempuan banget. Saat masa ospek berakhir juga kak Oim dapat predikat sebagai kakak terbaik, katanya sudah dua tahun berturut-turut. Jadi segan sama kak Oim, tapi disini ternyata aku juga banyak bertemu kakak-kakak yang lain; kak Risma yang sekarang jarang banget kontak, suka komen statusnya di fb, tapi kok komen Lyta jarang dibales yak?—Wkwkwkwk, abaikan—kak Rini, kakak yang manis, yang akhir-akhir ini selalu bilang kangen, kak Nurdya, kak Endah, k…

Memoar... Cuap-cuap tiga tahun bersama