Pos

Menampilkan pos dari November, 2013

Mentari (ku) kemana?

Ada banyak diksi yang mengkristal di langit-langit hati. Ketika lisan tak lagi mampu mengucap, bayangannya hilang di tikungan paling seberang. Diam, dan dalam diam ada sejuta ekspresi yang entah .. Ah, namun akhir-akhir ini embun tidak kunjung menguap pada pagi Akhir-akhir ini, senja ditinggal jingganya yang ingkar mengilau .. Bukankah jingga selalu menepati janjinya kepada senja? Bukankan embun selalu setia meniti pagi sebelum diangkat sang Mentari? Ah, Mentari .. kemana?

Kebahagiaan akan selalu sebiru langit ini

Sebiru langit pagi..

Aku begitu percaya, semenjak November menjejakkan tanggal demi tanggalnya di hari demi hari. Kebahagian, entah mengapa silih berganti datang bergantian dengan keresahan, kebingungan, kesusahan yang yasudahlah kunikmati sendiri. Kau tahu, aku belajar menikmati segala macam bentuk kesusahan karena aku tahu muara dari setiap ujian adalah hikmah dan kebahagiaan, aku percaya, begitu percaya :) semenjak November ini menjejejak, aku belajar..

Dan hari ini, entah mengapa aku begitu mencintai terik matahari yang membakar, menitikkan peluh, entah mengapa aku diam, padahal biasanya mengeluh. Ya Rabb, sungguh aku mulai merasakan segala yang kau takdirkan adalah yang terbaik. Ketika aku harus mengeluh karena tidak dapat lolos ke sekolah yang sebelumnya aku impi-impikan dan menggerutu tentang jurusan yang salah, disaat itu juga Kau mempertemukan ku dengan teman-teman yang..... Entah, bahagianya lengkap. Setelah Kau, keluarga, mereka adalah orang-orang yang kucinta.

Begitu banya…

Aku, dengan Aku

Entah mengapa, pagi selalu menjadi waktu yang indah untukku. Menjelang subuh, ya, menjelang subuh. Mungkin karena embun masih setia mendekap bumi, sebelum nanti akhirnya menguap pergi. Atau mungkin karena udara sejuk yang belum terkontaminasi apapun, ataupun satu dua bintang yang masih nampak, ataupun rembulan yang masih bersinar, dan ataupun ataupun lainnya.



Dan aku tidak akan pernah melupakan bagaimana setiap detik dari November ini berlalu. Begitu banyak cerita yang jika aku tuliskan, kau akan iri dengan keseharianku. Bukan, aku bukan seorang artis, bukan anak seorang presiden, bukan orang kaya raya. Aku hanya aku, yang bahagia dengan diriku. November setiap detiknya menghadirkan detik-detik terkenang dalam hidup.


Yang kutahu, aku bangga menjadi diri ku sendiri. Bangga dan bahagia. Bangga dan bahagia. Kau tahu, ini rasa bahagia yang terangkai dalam kata. Kalau kau tebak aku puitis, kalem, dan anggun kau salah. Aku adalah diriku yang jika kau kenal, kau akan berfikir aku aneh.


Oke..…