Sekumpulan romansa, mimpi, dan perjalanan

Kita selalu bersama orang yang kita cintai

Copy/Paste by page on my facebook: Darwis Tere Liye





Seorang anak tinggal di rantau, menuntut ilmu atau bekerja, jauh dari Ibu tercinta, maka sesungguhnya, meski terpisah pulau, ribuan mil, Ibu tercinta selalu bersamanya. Bagaimana mungkin? Yang satu di kota lain, yang lain jauh di kota lain lagi. Tentu saja. Kita selalu bersama orang yang kita cintai. Doa-doa Ibu, pengharapan Ibu, selalu bersamanya.

Tanyakanlah kepada seseorang yang suami/istrinya tercinta telah meninggal dunia, maka meski sudah terpisah oleh kematian, tidak ada lagi fisiknya, tidak nampak lagi senyum kekasih, maka mereka akan menjawab, dia selalu bersamanya? Bagaimana mungkin? Yang satu sudah dikubur, bersemayam dalam bumi, yang satu masih di atas bumi. Tentu saja. Kita selalu bersama orang yang kita cintai. Cinta, kasih sayang, tidak pudar oleh kematian.

Pun demikian seorang pemuda galau, naksir gadis anak tetangga. Saat di atas motor, saat di sekolah, saat di kantor, di kamar, meski belum jelas apakah perasaan itu terbalas atau tidak, jelas sudah dia selalu bersama dengan gadis itu? Bagaimana mungkin? Tentu saja. Kita selalu bersama orang yang kita cintai. Kebersamaan dalam pikiran, teringat selalu wajahnya, terkenang selalu suaranya. Saat rapat, dia tidak bersama teman rapat di kantor, tapi bersama si gadis itu. Saat makan siang bareng teman kerja, dia tidak bersama teman2nya, dia sedang bersama gadis itu. Bahkan besok lusa saat perasaan itu ditolak mentah-mentah, tetap saja dia ingat; meski berubah jadi 'benci', tetap saja dia seolah bersama dengannya.

Selalu begitu.

Tapi catatan pendek ini tdk akan membahas jenis cinta seperti ini. Saya hendak membahas jenis cinta yang lain. Itu benar sekali. Tahukah kita, meski kita tidak pernah mengenalnya, tidak pernah bersua, tidak terbayang bagaimana rupanya, terpisah jarak ribuan tahun, sekali kita mencintainya, maka sungguh: kita selalu bersama orang yang kita cintai.

Pada suatu hari, seseorang bertanya kepada Rasul Allah, "Kapan datang hari kiamat?". Rasul Allah menjawab dengan pertanyaan--karena tentu saja pertanyaan ini tidak ada jawabannya, tanya Rasul, "Apa yang sudah kamu persiapkan untuk menyambut kedatangannya?" Lalu orang dari pedalaman itu menjawab, "Tidak ada persiapan apa-apa, selain aku cinta Allah dan Rasul-nya". Maka Rasul bersabda, "Engkau bersama orang yang kamu cintai." (HR Bukhari).

Nah, itu jelas sebuah penjelasan yang tidak perlu penjelasan lagi.

Nah, adik-adik sekalian, kalau kita cinta sama anggota boyband kinyis2, maka besok pas kiamat, kita akan bersama mereka. Cinta sama artis yg suka pergaulan bebas, hidup serumah tanpa menikah, kita akan bersama mereka. Kalau cinta berat sama pemain bola top yg jago selingkuh, kita akan bersama mereka. Cinta sama seseorang, sesuatu, kita akan bersama mereka. Semoga mereka2 ini bisa menolong.

Penting sekali mencintai seseorang yang juga mencintai balik kita, dan jelas2 bisa membantu kita saat dalam kesusahan besar kelak di hari penghabisan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

| Designed by Colorlib