Pos

Yang Tengah Berusaha Menjadi; KITA

Kita,
Bertemu
Menyapa
Bersitatap
Sesekali sebuah senyum
Dijeda rintik hujan yang banyak
Dihela desau angin
Dibuat tuli klakson kendaraan
Dibisukan oleh kesibukan
... apa kalimat yang selanjutnya akan kita katakan selain, "Oh.. gitu,"
Kita,
Abu-abu..
semoga kemudian mentari
Menyela mendung,
menyudahi hujan,
Hingga lahir kalimat baru, "Kamu pulangnya kemana?"

*Pamulang, 22/04/2017
**Dan akhirnya hanya Allah yang tahu..

Pastinya Ketidakpastian

"Pasti",
barangkali menyihir alam bawah sadar kita, bahwasannya segala yang diharapkan akan terjadi, segalanya hanya soal waktuNamun di sanalah, di waktu
Pasti-pasti itu berkelindan dengan sejuta ketidakpastian, dan kita lalai, atau jangan-jangan menutup mataDunia itu, diri kita sendiri
barangkali perlu antisipasi
nasehati diri sendiri
Tentang ketidakpastian yang pasti, atau pastinya sebuah ketidakpastianMaka hari ini aku hanya menjalani, tanpa berpikir kemungkinan pastinya ketidakpastian, atau ketidakpastian yang pasti
Dua kalimat yang dibolak-balik itu membuat kau berpikir, "Sudahlah."19/04/2017

Mimpimu, Ibu

Gambar
Hujan, kau ingatkan aku.. Tentang, satu rindu.. Dimasa yang lalu.. Saat mimpi masih indah bersamamu.. (Opick ft. Amanda- Satu Rindu) * Ibuku selalu senang bercerita. Ya, ia bercerita tentang apa saja. Ia bercerita tentang betapa menggemaskannya anak-anak di PAUD tempat ia mengajar, ia bercerita tentang mesin jahitnya yang sering ngadat, ia bercerita tentang kegiatan ibu-ibu PKK yang terkadang membosankan, ia bercerita tentang arisannya bersama ibu-ibu yang lain, ia bercerita soal penggerebekan rental Playstation di daerah tempat dulu kami pernah tinggal. Ibuku selalu bercerita, ia suka bercerita dan selalu membagi ceritanya. Menyenangkan mendengarnya, mengetahui banyak sesuatu yang tidak sempat untuk aku ketahui. Setidaknya, dengan mendengarnya bercerita tentang apa saja, aku punya alasan untuk melepaskan perasaan dan urusanku pribadi, dan aku akan selalu ada untuk Ibuku tercinta. Namun, akhir-akhir ini Ibuku terlihat.. menyebalkan. Ya, seberapa besar rasa sayang seseorang kepada orang lai…

[ Re-post Cerpen ] Ketika Nitrogen Tenggelam dalam Asam Sulfat

Gambar
Notes ada di depan sebelum melanjutkan membaca cerpen ini. Jadi, saya abis iseng ganti-ganti template yang pada akhirnya berujung unfaedah, karena saya enggak' menemukan template baru yang sesuai keinginan. Saya bongkar-bongkar isi blog ini, dan menemukan post lama yang berasal dari tahun 2012. Itu artinya, umur saya kala itu adalah 14 tahun, dan semestinya tengah duduk di bangku kelas 2 SMP. Saya ngakak menemukan cerpen ini, selain karena tampilannya yang berantakan, saat itu juga saya bukan anak IPA yang dengan entengnya dapat memberi judul cerpen ini 'Nitrogen yang Tenggelam Dalam Asam Sulfat' tanpa tahu reaksi yang sebenarnya akan terjadi, hahaha.. Dan, menurut pengamatan saya, sejauh saya menulis cerpen yang rada absurd ini, cerpen ini cukup banyak mendulang apresiasi, baik itu dari orang-orang bernama maupun mereka yang anonim. Jadi disinilah, cerpen ini saya post ulang, saya sama sekali tidak mengubah bahasa dan alur cerita, hanya merapihkan sedikit tatanannya agar…